Menu ✖

Mode Gelap
PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores Kue Bulan dalam “POV Buddhis”, dari Tradisi hingga Praktik Dhamma

Berita

LKIMB UNM dan Permabudhi Sulsel Gelar Dialog Keberagaman Bahas Empat Kebenaran Mulia Sidarta Gautama

badge-check

LKIMB UNM dan Permabudhi Sulsel Gelar Dialog Keberagaman Bahas Empat Kebenaran Mulia Sidarta Gautama Perbesar

Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menyelenggarakan dialog keberagaman dengan tema “Empat Kebenaran Mulia Sidarta Gautama”.  Acara ini diadakan di Gedung UNM dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang sangat antusias mengikuti diskusi, (14/9/24).

PMy. Hemajayo Thio, Wakil Ketua Dewan Kepanditaan PD Magabudhi Sulsel hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, membagikan wawasan mendalam mengenai empat kebenaran mulia dalam ajaran Buddha. Hemajayo menjelaskan bahwa empat kebenaran tersebut mencakup kebenaran tentang penderitaan, kebenaran tentang penyebab penderitaan, kebenaran tentang akhir penderitaan, serta kebenaran tentang jalan menuju akhir penderitaan. Keempat prinsip ini menjadi dasar ajaran Buddha yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari penderitaan.

Selain membahas empat kebenaran mulia, Hemajayo Thio juga memperkenalkan lima Sila atau pedoman moralitas dalam ajaran Buddha. Lima Sila ini melarang membunuh makhluk hidup, mencuri, berbohong, minum alkohol, serta melakukan perbuatan asusila. Ia menjelaskan bahwa Sila adalah landasan penting dalam kehidupan umat Buddha untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian hidup.

Romo Hemajayo juga menekankan pentingnya alam manusia dalam ajaran Buddha. “Alam manusia adalah alam yang istimewa, kita diberikan kesempatan untuk menjadi dan berbuat baik,” katanya. Manusia, menurutnya, berada dalam posisi istimewa karena mengalami proses kebahagiaan dan penderitaan sebagai bagian dari perjalanan hidup, yang bisa mengantarkan mereka pada pencerahan.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Banyak mahasiswa yang aktif bertanya, memperlihatkan rasa ingin tahu mereka yang tinggi tentang ajaran Buddha, terutama mengenai meditasi, empat kebenaran mulia, serta pemahaman tentang alam manusia dan proses pencerahan.

Diskusi ini diharapkan dapat memperluas wawasan para mahasiswa mengenai ajaran Buddha serta meningkatkan toleransi dan pemahaman antarumat beragama. Melalui dialog seperti ini, semangat keberagaman dan saling menghormati di kampus semakin diperkuat.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PERMABUDHI dan Tzu Chi Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

5 Oktober 2026 - 06:57 WITA

PERMABUDHI Sulsel Dukung Festival Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama

5 Oktober 2026 - 06:48 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Luncurkan METTA VIHARA, PERMABUDHI Sulsel Dukung Vihara Ramah Lingkungan

30 September 2026 - 01:46 WITA

Walk for Peace, Act for Earth: Menelusuri Ingatan Konflik, Merawat Perdamaian, dan Bergerak untuk Bumi

30 September 2026 - 01:23 WITA

Solidaritas Lintas Agama FKLA Sulsel untuk NTT, Bantuan Menjangkau Pulau Flores

30 September 2026 - 01:02 WITA

Trending di Berita