Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026 Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

Berita

LKIMB UNM dan Permabudhi Sulsel Gelar Dialog Keberagaman Bahas Empat Kebenaran Mulia Sidarta Gautama

badge-check


					LKIMB UNM dan Permabudhi Sulsel Gelar Dialog Keberagaman Bahas Empat Kebenaran Mulia Sidarta Gautama Perbesar

Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menyelenggarakan dialog keberagaman dengan tema “Empat Kebenaran Mulia Sidarta Gautama”.  Acara ini diadakan di Gedung UNM dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang sangat antusias mengikuti diskusi, (14/9/24).

PMy. Hemajayo Thio, Wakil Ketua Dewan Kepanditaan PD Magabudhi Sulsel hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, membagikan wawasan mendalam mengenai empat kebenaran mulia dalam ajaran Buddha. Hemajayo menjelaskan bahwa empat kebenaran tersebut mencakup kebenaran tentang penderitaan, kebenaran tentang penyebab penderitaan, kebenaran tentang akhir penderitaan, serta kebenaran tentang jalan menuju akhir penderitaan. Keempat prinsip ini menjadi dasar ajaran Buddha yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari penderitaan.

Selain membahas empat kebenaran mulia, Hemajayo Thio juga memperkenalkan lima Sila atau pedoman moralitas dalam ajaran Buddha. Lima Sila ini melarang membunuh makhluk hidup, mencuri, berbohong, minum alkohol, serta melakukan perbuatan asusila. Ia menjelaskan bahwa Sila adalah landasan penting dalam kehidupan umat Buddha untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian hidup.

Romo Hemajayo juga menekankan pentingnya alam manusia dalam ajaran Buddha. “Alam manusia adalah alam yang istimewa, kita diberikan kesempatan untuk menjadi dan berbuat baik,” katanya. Manusia, menurutnya, berada dalam posisi istimewa karena mengalami proses kebahagiaan dan penderitaan sebagai bagian dari perjalanan hidup, yang bisa mengantarkan mereka pada pencerahan.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Banyak mahasiswa yang aktif bertanya, memperlihatkan rasa ingin tahu mereka yang tinggi tentang ajaran Buddha, terutama mengenai meditasi, empat kebenaran mulia, serta pemahaman tentang alam manusia dan proses pencerahan.

Diskusi ini diharapkan dapat memperluas wawasan para mahasiswa mengenai ajaran Buddha serta meningkatkan toleransi dan pemahaman antarumat beragama. Melalui dialog seperti ini, semangat keberagaman dan saling menghormati di kampus semakin diperkuat.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026

18 Juni 2026 - 07:17 WITA

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

15 Juni 2026 - 01:31 WITA

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

15 Juni 2026 - 01:28 WITA

PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu

11 Juni 2026 - 09:10 WITA

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

10 Mei 2026 - 02:06 WITA

Trending di Berita