Menu

Mode Gelap
Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB Vihara Arama Maha Buddha Ambil Peran, Kerukunan Didorong Lewat Aksi Tanam Pohon bersama Permabudhi Sulsel Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia, Permabudhi Sulsel Tanam Pohon bersama Bhikkhu Dhammasubho Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural Permabudhi Sulsel Gelar Temu Umat Buddha, Bahas Tantangan dan Penguatan Eksistensi Umat

Berita

Kerukunan Tanpa Luka: Pesan Prof. Philip di Silatnas FKUB 2025

badge-check


					Prof. Philip K. Widjaja, Ketua Umum Permabudhi saat mengahdiri Silatnas FKUB dan Lembaga Keagamaan 2025 Perbesar

Prof. Philip K. Widjaja, Ketua Umum Permabudhi saat mengahdiri Silatnas FKUB dan Lembaga Keagamaan 2025

Silaturahmi Nasional (Silatnas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan 2025 yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama pada 5–7 Agustus 2025 di Serpong menjadi ajang memperkuat jalinan persaudaraan antarumat beragama. Lebih dari 350 peserta dari seluruh provinsi hadir, mulai dari tokoh agama pusat dan daerah, pengurus FKUB 38 provinsi, hingga pejabat Kementerian Agama.

Kegiatan ini diawali dengan kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal. Gereja Katedral yang berdiri sejak 1891 disambut sebagai simbol kerukunan, terlebih karena letaknya berdampingan dengan Masjid Istiqlal. Di Istiqlal, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penting tentang kedewasaan spiritual dan sosial.

“Inti dari seluruh ajaran agama adalah cinta, bukan kebencian. Karena itu, Kementerian Agama mengembangkan Kurikulum Cinta, agar masyarakat sejak dini mampu hidup dengan kasih, welas asih, dan penghargaan pada sesama,” ujarnya.

Menteri Agama juga menyesalkan terjadinya pembubaran ibadah di beberapa daerah, yang menurutnya menunjukkan masih adanya pekerjaan besar untuk membangun kehidupan beragama yang matang. Ia menekankan bahwa semakin dalam pemahaman seseorang terhadap agamanya, semakin besar kemungkinannya menjalin titik temu dengan pemeluk agama lain.

Puncak Silatnas ditandai dengan pembacaan Deklarasi Damai oleh perwakilan tokoh lintas agama. Mewakili umat Buddha, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Prof. Philip K. Widjaja tampil menyampaikan komitmen damai di hadapan seluruh peserta. Ia mengapresiasi forum ini sebagai ruang strategis memperkuat sinergi lintas iman.

“Acara seperti ini sangat ditunggu-tunggu karena bisa menjadi ruang kita untuk mendengar langsung arahan pemerintah, dan bersama-sama menjaga kerukunan, meski di tengah keterbatasan,” ungkapnya.

Prof. Philip menegaskan bahwa menyelesaikan persoalan intoleransi membutuhkan pendekatan yang damai dan dialogis. “Kerukunan harus dibangun di atas nilai persahabatan dan kebersamaan, tanpa saling menyakiti. Jika diselesaikan dengan keras, hanya akan meninggalkan luka yang lebih dalam,” tegasnya.

Bagi Permabudhi, keterlibatan dalam forum nasional ini merupakan bentuk komitmen nyata umat Buddha dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa. Kehadiran di Silatnas bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari kontribusi aktif dalam membangun jembatan antarumat dan memperkuat semangat kebersamaan.

Deklarasi damai yang dibacakan di Silatnas FKUB 2025 diharapkan menjadi pijakan bersama untuk melahirkan kebijakan berbasis nilai cinta dan keadaban. Dengan sinergi lintas agama, fondasi kerukunan menuju Indonesia Emas 2045 diyakini akan semakin kokoh.

 

Baca Lainnya

Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon

2 Februari 2026 - 04:17 WITA

Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB

2 Februari 2026 - 04:12 WITA

Vihara Arama Maha Buddha Ambil Peran, Kerukunan Didorong Lewat Aksi Tanam Pohon bersama Permabudhi Sulsel

2 Februari 2026 - 04:04 WITA

Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia, Permabudhi Sulsel Tanam Pohon bersama Bhikkhu Dhammasubho

2 Februari 2026 - 03:52 WITA

Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural

22 Januari 2026 - 09:45 WITA

Trending di Artikel