MAKASSAR – Ada pemandangan menarik dalam perhelatan PAKEMDA yang digelar Peradah Indonesia Sulawesi Selatan baru-baru ini. Di antara deretan atribut organisasi, nampak kehadiran pengurus Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Sulawesi Selatan yang hadir membawa pesan persahabatan lintas iman.
Bukan sekadar formalitas protokoler, kehadiran mereka menjadi penanda bahwa sekat-sekat organisasi tidak menghalangi visi besar pemuda di Sulawesi Selatan untuk saling menguatkan.
Ketua DPP Peradah Sulawesi Selatan, Candra Guna Laksana, M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas kedekatan yang terjalin. Ia menyebut bahwa tantangan generasi muda saat ini terlalu besar untuk dihadapi sendirian.
“PAKEMDA ini adalah momentum kami untuk refleksi, dan kehadiran Gemabudhi di sini terasa sangat spesial. Kita ingin menunjukkan bahwa anak muda Hindu dan Buddha di Sulsel punya nafas yang sama dalam membangun daerah. Kami ingin persahabatan ini menjadi contoh nyata kerukunan yang produktif,” tutur Candra saat ditemui di lokasi acara.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Gemabudhi Sulsel, Wenryadi Wira Prasetia, S.T., melihat pertemuan ini sebagai ruang strategis bagi pemuda untuk saling upgrade kapasitas. Menurutnya, diskusi-diskusi informal di sela acara justru seringkali melahirkan ide-ide segar.
“Kami hadir untuk saling mengisi. Peradah punya semangat yang luar biasa, dan kami di Gemabudhi merasa perlu untuk terus menjaga sinergi ini. Kita ingin pemuda bukan lagi sekadar penonton, tapi pemain kunci dalam setiap perubahan di Sulawesi Selatan,” tegas Wenry.
Sementara itu, Hervina Siandy, S.H., selaku Sekretaris Gemabudhi Sulsel, melihat pertemuan ini dari kacamata keberlanjutan. Ia berharap pertemuan ini bisa segera diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata yang lebih konkret di masyarakat.
“Kedekatan emosional sudah ada, tinggal bagaimana kita meramunya menjadi program bersama. Saya melihat banyak titik temu antara program Gemabudhi dan Peradah. Kedepannya, kita ingin ada aksi kolaborasi yang lebih terasa manfaatnya, bukan cuma bagi kader, tapi juga bagi publik secara luas,” tambah Hervina.
Acara yang berlangsung penuh keakraban tersebut diakhiri dengan sesi bincang santai, mempertegas posisi kedua organisasi sebagai pilar pemuda yang solid dan inspiratif di Sulawesi Selatan.







