Perdamaian tidak hanya menyangkut hubungan antarmanusia, tetapi juga hubungan manusia dengan lingkungan. Pesan tersebut disuarakan Ketua PERMABUDHI Kota Makassar, Suzanna, S.E., M.Pd., dalam Peace Dialogue & Peace Night 2026 dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional di Rumata’ ArtSpace, Makassar, Senin (21/9/2026).
Mengusung tema “Invest in Peace for All”, kegiatan ini dihadiri puluhan jejaring Aliansi Perdamaian se-Makassar, akademisi, tokoh agama, serta pegiat keberagaman, kesetaraan, dan lingkungan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi cerita, serta memperkuat komitmen bersama dalam merawat keberagaman dan membangun kehidupan yang damai dan inklusif.
Dalam forum tersebut, Suzanna berbagi tentang gagasan dan gerakan “Ego to Eco” sebagai upaya memperluas makna perdamaian. Menurutnya, perdamaian tidak hanya perlu dibangun dalam relasi antarmanusia, tetapi juga melalui hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan lingkungan.
“Yang ingin hidup damai bukan hanya manusia, tetapi bumi juga.”
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi yang disampaikan Suzanna dalam ruang berbagi. Melalui gerakan Ego to Eco, manusia diajak bergeser dari cara pandang yang berpusat pada kepentingan diri menuju kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem kehidupan. Jika bumi dapat berbicara, salah satu pesan yang akan terdengar adalah penghentian eksploitasi dan perubahan cara manusia memperlakukan alam.
Menurut Suzanna, perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Bumi pada dasarnya menghendaki manusia hidup lebih ramah terhadap alam—bukan sekadar mengambil manfaat darinya, tetapi juga merawat dan menjaganya sebagai ruang kehidupan bersama. Kesadaran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan, karena menjaga lingkungan pada akhirnya juga berarti menjaga kehidupan manusia.
Peace Dialogue & Peace Night 2026 menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang untuk merawat keberagaman dan memperkuat kebersamaan. Rangkaian kegiatan diisi dengan Peace Dialogue, The NEST (Lingkaran Cerita), Peace Performance, serta aksi simbolis perdamaian yang memadukan dialog, cerita, seni, dan budaya.
Keterlibatan PERMABUDHI Kota Makassar dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir dalam ruang-ruang kebersamaan. Semangat “Invest in Peace for All” tidak hanya dimaknai sebagai investasi pada perdamaian antarmanusia, tetapi juga sebagai dorongan untuk membangun relasi yang lebih adil dan harmonis dengan lingkungan. Merawat keberagaman, memperkuat kebersamaan, dan menjaga bumi menjadi bagian dari upaya menanam perdamaian untuk semua.








Komentar ditutup.