Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026 Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

Berita

Hadiri EcoYouth Class di Golden Gate School, Dra. Jo Kumala Dewi Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Isu Lingkungan

badge-check


					Hadiri EcoYouth Class di Golden Gate School, Dra. Jo Kumala Dewi Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Isu Lingkungan Perbesar

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar menghadirkan Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup, sebagai pembicara utama dalam Eco Youth Class di Golden Gate School, Jumat 21 November 2025.

Kehadiran Ibu Jo memberi warna berbeda pada kelas wawasan lingkungan ini, terutama ketika isu perubahan iklim makin mendesak untuk dipahami generasi muda. Ia membuka sesi dengan penegasan bahwa tantangan ekologis kini bukan lagi persoalan akademis.

“Isu lingkungan bukan lagi wacana kampus, tetapi persoalan hidup sehari-hari yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ibu Jo menyoroti perubahan iklim sebagai ancaman yang telah nyata terjadi. Ia menyebut ketidakpastian musim, naiknya suhu bumi, hingga risiko global boiling sebagai kondisi yang tidak bisa lagi diabaikan.

“Climate change sudah mengetuk pintu kita. Pemanasan global bukan ancaman masa depan, tapi itu sudah terjadi hari ini,” tegasnya. Menurutnya, pelajar harus memahami lanskap risiko ini secara kritis agar mampu mengambil peran dalam agenda keberlanjutan.

Golden Gate School telah memulai membangun kesadaran siswa dengan membentuk tim riset, hal ini mendapat apresiasi khusus dari Ibu Jo. Ia mengakui bahwa banyak siswa di sekolah tersebut memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri, namun ia mengingatkan kembali tentang pentingnya kontribusi pada tanah air.

“Siswa Golden Gate punya mimpi ke luar negeri, tetapi akar kontribusinya tetap harus kembali ke Indonesia. Di sinilah peran mereka sebagai penjaga bumi dimulai,” katanya di hadapan peserta.

Sesi diskusi kemudian membuka ruang tanya-jawab tentang praktik-praktik ramah lingkungan, pengelolaan limbah, hingga gerakan makan tanpa sisa yang diinisiasi Permabudhi. Ibu Jo menyampaikan bahwa transformasi ekologis tidak harus dimulai dari program berskala besar.

“Gerakan lingkungan tidak selalu harus besar. Mengelola limbah, makan tanpa sisa, menjaga kebiasaan kecil, itulah fondasi perubahan,” tuturnya. Para siswa, yang sebelumnya telah mengerjakan beberapa riset lingkungan, turut berbagi pengalaman sebagai bagian dari pembelajaran kolektif.

Eco Youth Class ditutup dengan ajakan Ibu Jo kepada para pelajar untuk memandang isu global secara kritis namun tetap berangkat dari kepekaan sosial. Ia menegaskan bahwa ruang kelas seperti inilah yang harus menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran ekologis generasi muda.

Melalui kolaborasi Permabudhi Kota Makassar dan Golden Gate School, sesi ini menjadi penanda bahwa pendidikan lingkungan dapat menjadi jembatan bagi lahirnya generasi penjaga bumi.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026

18 Juni 2026 - 07:17 WITA

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

15 Juni 2026 - 01:31 WITA

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

15 Juni 2026 - 01:28 WITA

PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu

11 Juni 2026 - 09:10 WITA

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

10 Mei 2026 - 02:06 WITA

Trending di Berita