Menu

Mode Gelap
Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

Berita

Hadiri EcoYouth Class di Golden Gate School, Dra. Jo Kumala Dewi Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Isu Lingkungan

badge-check


					Hadiri EcoYouth Class di Golden Gate School, Dra. Jo Kumala Dewi Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Isu Lingkungan Perbesar

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar menghadirkan Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup, sebagai pembicara utama dalam Eco Youth Class di Golden Gate School, Jumat 21 November 2025.

Kehadiran Ibu Jo memberi warna berbeda pada kelas wawasan lingkungan ini, terutama ketika isu perubahan iklim makin mendesak untuk dipahami generasi muda. Ia membuka sesi dengan penegasan bahwa tantangan ekologis kini bukan lagi persoalan akademis.

“Isu lingkungan bukan lagi wacana kampus, tetapi persoalan hidup sehari-hari yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ibu Jo menyoroti perubahan iklim sebagai ancaman yang telah nyata terjadi. Ia menyebut ketidakpastian musim, naiknya suhu bumi, hingga risiko global boiling sebagai kondisi yang tidak bisa lagi diabaikan.

“Climate change sudah mengetuk pintu kita. Pemanasan global bukan ancaman masa depan, tapi itu sudah terjadi hari ini,” tegasnya. Menurutnya, pelajar harus memahami lanskap risiko ini secara kritis agar mampu mengambil peran dalam agenda keberlanjutan.

Golden Gate School telah memulai membangun kesadaran siswa dengan membentuk tim riset, hal ini mendapat apresiasi khusus dari Ibu Jo. Ia mengakui bahwa banyak siswa di sekolah tersebut memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri, namun ia mengingatkan kembali tentang pentingnya kontribusi pada tanah air.

“Siswa Golden Gate punya mimpi ke luar negeri, tetapi akar kontribusinya tetap harus kembali ke Indonesia. Di sinilah peran mereka sebagai penjaga bumi dimulai,” katanya di hadapan peserta.

Sesi diskusi kemudian membuka ruang tanya-jawab tentang praktik-praktik ramah lingkungan, pengelolaan limbah, hingga gerakan makan tanpa sisa yang diinisiasi Permabudhi. Ibu Jo menyampaikan bahwa transformasi ekologis tidak harus dimulai dari program berskala besar.

“Gerakan lingkungan tidak selalu harus besar. Mengelola limbah, makan tanpa sisa, menjaga kebiasaan kecil, itulah fondasi perubahan,” tuturnya. Para siswa, yang sebelumnya telah mengerjakan beberapa riset lingkungan, turut berbagi pengalaman sebagai bagian dari pembelajaran kolektif.

Eco Youth Class ditutup dengan ajakan Ibu Jo kepada para pelajar untuk memandang isu global secara kritis namun tetap berangkat dari kepekaan sosial. Ia menegaskan bahwa ruang kelas seperti inilah yang harus menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran ekologis generasi muda.

Melalui kolaborasi Permabudhi Kota Makassar dan Golden Gate School, sesi ini menjadi penanda bahwa pendidikan lingkungan dapat menjadi jembatan bagi lahirnya generasi penjaga bumi.

Baca Lainnya

Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman

9 Maret 2026 - 12:58 WITA

Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh

9 Maret 2026 - 07:04 WITA

Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya

8 Maret 2026 - 12:01 WITA

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Trending di Berita