Menu

Mode Gelap
Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar Hangatnya Pertemuan Pemuda Hindu-Buddha: Gemabudhi dan Peradah Sulsel Perkuat Barisan di PAKEMDA

Berita

Klinik Biodika dan Permabudhi Sulsel Gelar Seminar Pencegahan Patah Tulang pada Lansia dan Penderita Diabetes

badge-check


					Klinik Biodika dan Permabudhi Sulsel Gelar Seminar Pencegahan Patah Tulang pada Lansia dan Penderita Diabetes Perbesar

Klinik Biodika sukses menggelar seminar awam bertajuk “Cegah Patah Tulang pada Lansia & Penderita Diabetes”, Sabtu, 22 Februari 2025.

Berkolaborasi dengan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan, kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari puluhan peserta yang hadir, mulai dari usia 19 hingga 71 tahun. Selain seminar, acara ini juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan berupa tes gula darah, pengecekan status gigi, dan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Seminar ini menghadirkan dua pemateri ahli di bidangnya. Dr. Wilhelmus Supriyadi, Sp.OT, dokter spesialis bedah tulang, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini.

“Patah tulang pada lansia, terutama penderita diabetes, bisa berakibat fatal. Pencegahan bisa dilakukan dengan pola hidup sehat dan deteksi dini,” ungkapnya dalam sesi pemaparan materi. Ia juga menekankan pentingnya asupan kalsium dan vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang.

Dr. Faradhibah Nur Aliah, M.Kes, selaku pemateri kedua, lebih lanjut menjelaskan kaitan antara diabetes dan risiko patah tulang.

“Diabetes dapat mempercepat pengeroposan tulang dan menghambat proses penyembuhan jika terjadi cedera. Oleh karena itu, kontrol gula darah yang baik sangat penting untuk mencegah komplikasi ini,” jelasnya.

Menurutnya, penderita diabetes harus lebih waspada terhadap kesehatan tulang mereka agar tetap aktif dan berkualitas dalam menjalani hidup.

Ketua Permabudhi Sulsel, dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk edukasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini,” ujarnya. Menurutnya, kesehatan merupakan aset berharga yang harus dijaga, terutama bagi lansia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif.

Dengan berakhirnya seminar ini, para peserta pulang dengan wawasan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang dan mengendalikan diabetes. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pencegahan penyakit. 

Klinik Biodika dan Permabudhi berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi kesehatan demi kesejahteraan umat dan masyarakat luas.

Baca Lainnya

Permabudhi Sulsel Hadiri Buka Puasa Bersama Keuskupan Agung Makassar, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Iman

9 Maret 2026 - 12:58 WITA

Menyelami Tradisi Arak-Arakan Dewa di Jappa Jokka Cap Go Meh

9 Maret 2026 - 07:04 WITA

Harlah GEMABUDHI ke-40 dan 1 Tahun Kepengurusan GEMABUDHI Sulawesi Selatan: Sosialisasi dan Penuangan Eco Enzyme di Kanal Jongaya

8 Maret 2026 - 12:01 WITA

Empat Dekade GEMABUDHI: Momentum Transformasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Buddhis dari Daerah ke Nasional

19 Februari 2026 - 03:24 WITA

Permabudhi Sulsel Dukung Festival Mulia Ramadan, Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Sosial di Makassar

19 Februari 2026 - 02:49 WITA

Trending di Berita