Menu

Mode Gelap
PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026 Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan Bulan Eco-Dhamma Nasional, Permabudhi Sulsel Tanam 300 Pohon di Pulau Kodingareng

Berita

Klinik Biodika dan Permabudhi Sulsel Gelar Seminar Pencegahan Patah Tulang pada Lansia dan Penderita Diabetes

badge-check


					Klinik Biodika dan Permabudhi Sulsel Gelar Seminar Pencegahan Patah Tulang pada Lansia dan Penderita Diabetes Perbesar

Klinik Biodika sukses menggelar seminar awam bertajuk “Cegah Patah Tulang pada Lansia & Penderita Diabetes”, Sabtu, 22 Februari 2025.

Berkolaborasi dengan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan, kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari puluhan peserta yang hadir, mulai dari usia 19 hingga 71 tahun. Selain seminar, acara ini juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan berupa tes gula darah, pengecekan status gigi, dan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Seminar ini menghadirkan dua pemateri ahli di bidangnya. Dr. Wilhelmus Supriyadi, Sp.OT, dokter spesialis bedah tulang, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini.

“Patah tulang pada lansia, terutama penderita diabetes, bisa berakibat fatal. Pencegahan bisa dilakukan dengan pola hidup sehat dan deteksi dini,” ungkapnya dalam sesi pemaparan materi. Ia juga menekankan pentingnya asupan kalsium dan vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang.

Dr. Faradhibah Nur Aliah, M.Kes, selaku pemateri kedua, lebih lanjut menjelaskan kaitan antara diabetes dan risiko patah tulang.

“Diabetes dapat mempercepat pengeroposan tulang dan menghambat proses penyembuhan jika terjadi cedera. Oleh karena itu, kontrol gula darah yang baik sangat penting untuk mencegah komplikasi ini,” jelasnya.

Menurutnya, penderita diabetes harus lebih waspada terhadap kesehatan tulang mereka agar tetap aktif dan berkualitas dalam menjalani hidup.

Ketua Permabudhi Sulsel, dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk edukasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini,” ujarnya. Menurutnya, kesehatan merupakan aset berharga yang harus dijaga, terutama bagi lansia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif.

Dengan berakhirnya seminar ini, para peserta pulang dengan wawasan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang dan mengendalikan diabetes. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pencegahan penyakit. 

Klinik Biodika dan Permabudhi berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi kesehatan demi kesejahteraan umat dan masyarakat luas.

Baca Lainnya

PERMABUDHI Sulsel Perkuat Kolaborasi, Dukung Gerakan Stop Boros Pangan 2026

18 Juni 2026 - 07:17 WITA

Camat Wajo Tekankan Sinergi Tangani Sampah, Libatkan Seluruh RT/RW dan Komunitas

15 Juni 2026 - 01:31 WITA

Di Hadapan RT/RW Se Kecamatan Wajo, PERMABUDHI Sulsel Ingatkan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

15 Juni 2026 - 01:28 WITA

PERMABUDHI Makassar Gandeng Kecamatan Wajo Edukasi RT/RW Kelola Sampah dari Hulu

11 Juni 2026 - 09:10 WITA

Refleksi HUT Maco 1066: Permabudhi Sulsel Ajak Umat Menjadi Mercusuar Kehidupan

10 Mei 2026 - 02:06 WITA

Trending di Berita