Menu

Mode Gelap
Gemabudhi Sulsel Dukung Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia Lewat Aksi Tanam Pohon Pembimas Buddha Sulsel Kawal Aksi Nasional Tanam Pohon Permabudhi, Dukung Agenda Global PBB Vihara Arama Maha Buddha Ambil Peran, Kerukunan Didorong Lewat Aksi Tanam Pohon bersama Permabudhi Sulsel Pekan Kerukunan Umat Beragama Sedunia, Permabudhi Sulsel Tanam Pohon bersama Bhikkhu Dhammasubho Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Dibahas Bersama Wali Kota Makassar, Kuatkan Makassar sebagai Kota Multikultural Permabudhi Sulsel Gelar Temu Umat Buddha, Bahas Tantangan dan Penguatan Eksistensi Umat

Opini

Kemah Orang Muda Lintas Iman Batch 2: Suatu Langkah Maju Menuju Indonesia Inklusif

badge-check


					Kemah Orang Muda Lintas Iman Batch 2: Suatu Langkah Maju Menuju Indonesia Inklusif Perbesar

Kemah Orang Muda Lintas Iman Batch 2 yang baru saja digelar di Malino, Sulawesi Selatan, merupakan sebuah inisiatif yang patut diapresiasi. Acara ini bukan sekadar perhelatan seremonial, melainkan sebuah pernyataan tegas tentang komitmen generasi muda untuk membangun Indonesia yang lebih toleran, inklusif, dan bersatu.

Dalam konteks keberagaman yang semakin kompleks, kegiatan semacam ini menjadi oase di tengah hiruk pikuk perbedaan. Para peserta, yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan komunitas, telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Mereka telah membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan yang universal jauh lebih kuat daripada sekat-sekat identitas.

Pelajaran Berharga dari Malino

Kemah ini telah memberikan beberapa pelajaran berharga. Pertama, pentingnya peran pemuda dalam membangun kerukunan umat beragama. Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki energi dan semangat yang tinggi. Melalui kegiatan ini, mereka telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi jembatan penghubung antarumat beragama.

Kedua, kearifan lokal dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun toleransi. Seperti yang disampaikan oleh M. Fadlan Nasurung, kearifan lokal mengandung nilai-nilai yang dapat mempersatukan masyarakat. Dengan menggali kembali nilai-nilai luhur tersebut, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk kehidupan bersama.

Ketiga, media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik. Namun, media sosial juga dapat menjadi alat yang berbahaya jika digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan diskriminasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan menyebarkan pesan-pesan positif.

Tantangan ke Depan

Meskipun Kemah Orang Muda Lintas Iman Batch 2 telah memberikan hasil yang positif, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Ujaran kebencian, diskriminasi, dan intoleransi masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Pemerintah, masyarakat sipil, dan tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang toleran. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung kerukunan umat beragama, sedangkan masyarakat sipil dapat berperan sebagai fasilitator dialog antarumat beragama. Tokoh agama juga harus menjadi teladan dalam mempraktikkan nilai-nilai toleransi.

Kesimpulan

Kemah Orang Muda Lintas Iman Batch 2 adalah sebuah langkah maju dalam upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif. Kegiatan ini telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Namun, kita perlu terus berupaya untuk memperkuat semangat toleransi dan persatuan ini. Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi bangsa Indonesia.

Baca Lainnya

FKUB Bone Gelar Seminar Internasional, Permabudhi Sulsel Tekankan Cinta Kasih , Hukum, dan Pendidikan sebagai Fondasi Perdamaian

23 Desember 2025 - 00:45 WITA

Menumbuhkan Disiplin Positif, Membangun Ruang Aman Pendidikan

19 Desember 2025 - 02:48 WITA

Disdik Sulsel Terbitkan Edaran : Penguatan Pendidikan Agama di Sekolah, FKUB-MUI-Permabudhi Beri Respons Kritis

11 Desember 2025 - 06:52 WITA

Momentum Hari Toleransi Internasional, Dr. Yonggris : Teknologi Mendekatkan, Tapi Juga Memecah – Toleransi Jadi Penawarnya

18 November 2025 - 03:34 WITA

Refleksi Hari Kebesaran Dewa Kwan Kong, Ardian Cangianto : Apa yang Kita Warisi?

18 Juli 2025 - 03:03 WITA

Trending di Berita